Usaha Budidaya Ulat Hongkong

Usaha Budidaya Ulat Hongkong –  Peluang usaha peternakan yang juga menguntungkan dan masih minim persaingan adalah budidaya ulat hongkong atau Meal Worm. Ulat ini merupakan bagian dari siklus hidup serangga Tenebrio Molitor. Dalam daur hidup Tenebrio Molitor, serangga yang berwarna hitam tersebut mengalami metamorfosis dari telor – larva – kepompong (pupa) dan serangga.

Usaha Budidaya Ulat Hongkong

Usaha Budidaya Ulat Hongkong

 

Pada tahap sebagai larva tersebut dikenal sebagai ulat Hongkong. Dengan panjang tubuh sekitar 2-3 cm, ulat Hongkong merupakan pakan bergizi sebagai extra fooding untuk ternak unggas, terutama burung. Jika di wilayah anda banyak pecinta burung dan pasar burung, maka budidaya ulat hongkong merupakan peluang bisnis yang cukup potensial mendatangkan rupiah.

Persiapan Budidaya Ulat Hongkong

  1. Kandang (tempat tinggal) pemeliharaan yang bisa dibuat dari papan triplek atau kotak berbahan plastik. Untuk menghindari serangan tikus atau semut serta 95%, bangunan secara keseluruhan dibuat permanen dengan tertutup. Suhu ruangan yang baik untuk pengembangbiakan ulat hongkong berkisar antara 28-30°C.
    Media pemeliharaan sebagai tempat pertumbuhan, terdiri dari campuran ampas tahu kering dan dedak halus (polard).
  2. Serangga Tenebrio Militor. Anda juga bisa menggunakan larvanya sebagai bibit awal. Diperoleh dari peternak sejenis atau menangkap langsung di alam.
  3. Pakan ulat hongkong, yaitu limbah sayuran berair.

Setelah media pemeliharaan, peralatan dan bibit tersedia, maka kegiatan pembudidayaan siap dimulai. Letakkan beberapa indukan serangga Tenebrio pada kadang pengembangbiakan agar mereka melakukan perkawinan untuk menghasilkan telur.

Jumlah induk sekitar 250 gr tiap kotak peti. Taruh kapas pada alas kotak peti sebagai media peletakan telur serangga. Biasanya kapas telah berisi telur setiap minggu, jadi ganti seminggu sekali kapasnya. Letakkan pada kotak lain agar dapat menetas menjadi larva ulat hongkong yang siap jual. Agar ukuran ulat hongkong menjadi besar dan gemuk, maka larva harus diberikan banyak makanan.

Bahan pakan yang diberikan berupa limbah dapur seperti sayuran, mentimun, buah pisang dan lainnya. Begitu juga dengan induknya. Harga 1 kg ulat hongkong berkisar 20.000 – 30.000 rupiah. Demikian sekilas tentang usaha budidaya Ulat Hongkong yang menurut stigma sebagian orang adalah menjijikan namun sebenarnya cukup menjanjikan

Usaha Budidaya Ulat Hongkong | Admin | 4.5
Leave a Reply