Usaha Budidaya Cacing Sutra

Usaha Budidaya Cacing Sutra – Alhamdulillah sahabat ternak dimana saja berada pada kesempatan siang hari ini saya admin dari hewanternak.com kembali akan memberikan update artikel yang terbaru dengan Judul Usaha Budidaya Cacing Sutra. Salah satu usaha peternakan hewan molusca yang banyak dilirik saat ini adalah budidaya cacing sutra. Binatang melata ini dijadikan sebagai pakan bergizi bagi ikan-ikan piaraan.

Budidaya cacing sutra merupakan peluang usaha yang cukup potensial mendatangkan keuntungan besar, terutama di wilayah-wilayah yang banyak terdapat usaha budidaya ikan. Cacing Sutra memiliki bahasa ilmiah Tubifex sp , merupakan jenis cacing kecil yang habitatnya di daerah air tawar. Tubuhnya yang beruas-ruas membuat ia digolongkan dalam keluarga Nematoda.

Usaha Budidaya Cacing Sutra

Usaha Budidaya Cacing Sutra

 

Cacing Sutra juga dikenal dengan sebutan cacing rambut atau cacing darah. Panjang tubuh cacing sutra hanya sekitar 1-3 cm dan tubuhnya berwarna agak kemerah-merahan. Bagi ikan piaraan, cacing sutra merupakan jenis makanan alami yang sangat bergizi, sehingga berperan bagus bagi pertumbuhan ikan. Cacing Sutera merupakan jenis binatang yang berkelamin ganda (hermaprodit) dengan proses perkembangbiakan secara bertelur. Daur hidup cacing ini mulai dari telur hingga menjadi dewasa dan bertelur sekitar 50-60 hari.

Dalam memulai usaha peternakan cacing sutra, bibit cacing bisa diperoleh dengan cara mengambil langsung di alam, seperti selokan dan kolam-kolam tanah atau membeli di toko-toko pakan ikan. Media yang digunakan untuk budidaya dan mengembangbiakan cacing sutra umumnya berupa kolam kubangan lumpur dengan ukuran 1mx2m atau 2mx4m yang memiliki kedalaman 40-50cm. Kolam sebaiknya dilengkapi dengan alur sirkulasi air.

Kubangan tersebut kemudian diberi petak-petak kecil seukuran 20cm x 20cm dengan tinggi sekat 15 cm. Langkah selanjutnya adalah membuat lumpur. Agar lumpur mengandung banyak nutrisi untuk kehidupan cacing sutra maka harus diberi pupuk. Lahan (kubangan) diberi pupuk berupa dedak halus atau ampas tahu sebanyak 200gr per meter persegi atau bisa juga menggunakan pupuk kandang (kotoran kering unggas) sebanyak 300 gr setiap meter persegi.

Langkah berikutnya adalah merendam lahan dengan air dengan ketinggian 5-7 cm. Perendaman dilakukan selama 4-5 hari. Kemudian tambahkan lumpur halus setinggi 5-7 cm secara merata, dan isi air hingga ketinggian air sekitar 5 cm di atas permukaan lumpur. Biarkan mengendap selama 1-2 hari. Kemudian pada kolam kubangan yang berukuran 1m x 2m diisi bibit cacing sutra sebanyak 1/2 liter. Tahap berikutnya adalah proses pemeliharaan ternak yang terdiri pemberian makanan berupa dedak halus atau bahan organik lainnya yang dapat ditebarkan 2-3 hari sekali. Jangan lupa lakukan sirkulasi air minimal seminggu sekali. Panen cacing sutra dapat dilakukan enam minggu setelah penebaran bibit, dan selanjutnya dipanen setiap dua minggu sekali.

Untuk memasarkan hasil budidaya cacing sutra , anda harus pro aktif menawarkan ke petani ikan dan juga para pengusaha pakan ikan. Dengan ukuran kolam 3mx5m, anda bisa menghasilkan panen cacing sutra sebanyak 40-60 liter, dimana harga satu liter cacing sutra sekitar Rp 30.000,- sehingga sekali panen dapat beromzet 1,5 juta rupiah. Dalam sebulan biasanya 2 kali panen, dan ini menjadikan penghasilan bruto per bulan rata-rata sebesar 3 jutaan rupiah untuk 1 kolam saja.

Kata Kunci :

cara mengembangkanbiakan cacing
Usaha Budidaya Cacing Sutra | Admin | 4.5
Leave a Reply