Tips Budidaya Ikan Arwana ( Schleropages Formosus )

Tips Budidaya Ikan Arwana ( Schleropages Formosus ) – ARWANA ( Scleropages formosus ) salah satu ikan yang populer di seluruh dunia. Sejak lama arwana dikenal sebagai ikan hias yang diminati di indonesia maupun di luar negeri.
Tren ikan ini terus meningkat sehingga kehidupan Arwana pun berubah. Arwana tidak lagi hidup berkeliaran di alam, melainkan dipelihara di berbagai kalangan. Arwana merupakan spesies endemik Kabupaten Kapuas Hulu Provinsi Kalimantan Barat yang telah populer di pasaran  internasional sebagai ikan hias yang mempunyai nilai ekonomis tinggi karena memiliki bentuk tubuh yang indah dan corak warna spesifik.
Bentuk tubuh memanjang, ramping dan gerakan renang yang sangat anggun. Warnanya merah dan pada bibir bawahnya terdapat dua buah sungut yang berfungsi sebagai sensor getar untuk mengetahui posisi mangsa dipermukaan air.
Sebagai calon induk bisa dipersiapkan induk dengan ukuran 30 – 40 cm atau berumur 2 tahun, sedangkan sebagai induk yang baik dengan ukuran panjang 40 – 60 cm atau berumur 4 – 6 tahun dengan ukuran berat sekitar 4 – 5 kg per ekornya.
Arwana jantan bertubuh  lebih  panjang dan ramping, kepala besar, mulut agak lebar, dada dan sirip dada lebih panjang dan sirip punggung menyempit dan arwana betina bertubuh lebih pendek, lebar dan agak gemuk, kepala meruncing dengan mulut lebih kecil, dada dan sirip dada lebih pendek dan sirip punggung  melebar.

 

Arwana  mulai memijah pada ukuran  bobot 2 kg dengan fekunditas 20 – 30 butir, sedangkan induk dengan bobot 4 kg fekunditas bisa mencapai 40 – 70 butir.  Ikan ini memijah 1 – 2 kali dalam setahun serta erat hubungannya dengan musim penghujan. Diperairan umum karena banyaknya predator  tingkat kelangsungan hidupnya 30 – 40% sedangkan jika dikolam tingkat kelangsungan hidup 80 – 95 %.
Kondisi lingkungan yang perlu diperhatikan dalam kolam penangkaran adalah hindari terjadinya perubahan suhu  mendadak  karena dapat menyebabkan  shock pada ikan dan dapat memicu berbagai masalah . Suhu terlalu tinggi untuk jangka waktu yang lama menyebabkan  tutup insang menggulung, hal ini tentu akan sangat mengganggu keindahan ikan  tersebut. Sebaiknya arwana dipelihara pada area tanpa sinar matahari secara langsung dengan  pH 6 – 7 dan suhu 26 – 30 ◦C.
  • Persyaratan Budidaya
Lokasi kolam penangkaran  yang perlu dipertimbangkan adalah : Jenis tanah yang baik adalah tanah liat berlempung yang dapat menahan air dan mendukung pertumbuhan pakan alami. Perbedaan derajat kemiringan antara saluran pemasukan dan pengeluaran maksimal 1 %. Suplai air yang memenuhi kualitas, kuantitas dan kontinuitas yang dibutuhkan. Ukuran kolam yang ideal berbentuk persegi panjang dengan ukuran minimal 10 x 10 m².
  • Persiapan kolam Tanah
Persiapan kolam tanah terdiri dari pengeringan kolam  hingga dasarnya retak –retak, pencangkulan atau  pembalikan  tanah dasar kolam, perbaikan pematang serta dinding kolam diperkeras dengan memukul – mukulnya dengan menggunakan balok kayu agar keras dan padat supaya tidak terjadi kebocoran, pengapuran dengan dosis 50 – 100 gram / m² dan pengisian air setinggi 100 cm.
  • Kebiasaan Pemijahan
Dialam arwana memijah pada awal musim penghujan, bersamaan dengan naiknya volume perairan. Pemijahan dipengaruhi faktor internal (seks dan umur) dan faktor eksternal (lingkungan perairan).
Tingkah laku arwana sangat unik selama masa pengenalan lawan jenis. Masa ini berlangsung selama beberapa minggu atau bulan sebelum mereka mulai menjadi pasangan. Hal ini dapat diamati pada waktu malam, ketika ikan berenang mendekati permukaan air.
Arwana jantan mengejar betina sekeliling kolam, terkadang pasangan membentuk lingkaran (hidung menghadap ke ekor pasangan). Sekitar 1 – 2 minggu sebelum pemijahan, ikan berenang bersisian dengan tubuh saling menempel. Kemudian terjadilah pelepasan telur berwarna jingga kemerahan, jantan membuahi telur dan kemudian mengumpulkan telur dimulutnya untuk di inkubasi sampai larva dapat berenang dan bertahan sendiri.
Diameter telur 8 – 10 mm dan kaya akan kuning telur serta menetas sekitar seminggu setelah pembuahan. Setelah penetasan, larva muda hidup dalam mulut jantan hingga 7 – 8 minggu sampai kuning telur diserap total. Larva lepas dari mulut dan menjadi mandiri setelah ukuran tubuh 45 – 50 mm.
  • Panen Larva
Inkubasi telur secara normal adalah membutuhkan 8 minggu. Untuk mempersingkat waktu, telur yang sudah dibuahi dapat dikeluarkan dari mulut pejantan 1 bulan setelah pemijahan. Induk jantan ditangkap dengan sangat hati – hati dengan jaring halus lalu diselimuti dengan handuk katun untuk menghindari ikan memberontak dan terluka. Untuk melepaskan larva dari mulut induk jantan, tarik perlahan bagian bawah mulut dan tubuh ditekan ringan. Larva dikumpulkan dalam wadah plastik dan diinkubasikan dalam akuarium. Jumlah larva dapat mencapai 25 – 30 ekor.
Setelah dikeluarkan dari mulut pejantan, larva diinkubasikan dalam akuarium berukuran 45 x 45 x 90 cm. Temperatur air 27 – 29 ◦C menggunakan pemanas thermostat. Oksigen terlarut 5 ppm (mg/l) menggunakan aerator bukaan kecil.Untuk mencegah infeksi akibat penanganan larva, dalam air dilarutkan Acriflavine 2 ppm. Menggunakan teknik pembenihan in vitro ini, Survival Rate (SR) yang didapat sampai tahap ikan dapat berenang adalah 90 – 100%.
Selama periode inkubasi, larva tidak perlu diberikan pakan. Beberapa minggu pertama selama kuning telur habis, biasanya larva hampir selalu berada pada dasar akuarium. Larva mulai berenang ke atas bertahap ketika ukuran kuning telur mengecil. Pada minggu kedelapan, kuning telur hampir terserap habis sehingga larva mulai berenang ke arah horizontal. Pada tahap ini, pakan hidup pertama harus mulai diberikan. Ketika ukuran larva mencapai 8,5 cm atau  berumur 7 minggu, kuning telur terserap secara penuh dan larva dapat berenang bebas.
Tambahan pakan hidup yang dapat diberikan seperti cacing darah atau anak ikan yang ukurannya sesuai bukaan mulut arwana. Larva yang telah mencapai panjang 10 – 12 cm dapat diberikan pakan seperti udang air tawar kecil atau rucah untuk mengimbangi kecepatan tumbuhnya.
Setelah arwana berumur 4 bulan, pemeliharaan mulai dilakukan secara terpisah pada akuarium  ukuran 75x45x45 cm untuk menghindari perkelahian antar ikan. Pemeliharaan 2 – 3 ekor arwana dalam satu akuarium perlu dihindari, mengingat sifat agresif akan menyebabkan perkelahian. Namun diperbolehkan pemeliharan 6 ekor sekaligus, karena sifat agresif arwana menjadi sangat berkurang.
Untuk merangsang keluarnya warna yang bagus dan pembentukan kromatofora, perlu diberikan pencahayaan buatan minimal 10 – 12 Jam per hari. Manipulasi pencahayaan sering dapat menimbulkan pantulan warna ikan dengan lebih baik.
Pakan hidup yang merupakan  jenis pakan utama bagi ikan karnivora ini hendaknya bervariasi untuk menekan resiko kekurangan gizi tertentu. Beberapa pakan yang sering diberikan adalah ikan hidup, udang hidup, potongan udang segar, potongan daging ikan segar, serangga (jangkrik, kecoa, kelabang), cacing/ ulat (cacing cutera, cacing tanah, cacing darah, ulat  hongkong) dan kodok. Penggunaan pakan hidup perlu didahului dengan tindakan karantina yang memadai untuk menghindari masuknya bibit penyakit.
Terutama pakan hidup yang berasal atau hidup dalam air seperti udang, ikan atau kodok. Hindari memberikan serangga atau kodok mati, kecuali anda yakin betul tidak berasal dari area tercemar insektesida.
Sebelum memberikan pakan hidup, bagian – bagian tubuh pakan yang diperkirakan dapat melukai mulut ikan dibuang terlebih dahulu, seperti kaki belakang kecoa dan jangkrik, atau rostrum (duri pada kepala) udang. Arwana yang mengalami kelebihan pakan dalam jangka lama, akan kehilangan nafsu makan selama beberapa hari bahkan beberapa minggu.
  • Pemeliharaan
Sebagai ikan karnivora, arwana mengeluarkan kotoran dalam jumlah yang relatif banyak dengan kandungan unsur nitrogen tinggi. Oleh karena itu, kadar amonia, nitrit, dan nitrat dalam akuarium seringkali menjadi masalah.
Penggantian air dilakukan untuk memperbaiki kualitas air yang telah menurun akibat banyaknya kotoran ikan. Oleh karena itu dalam penggantian yang menggunakan sistem sipón (menggunakan selang air) sekaligus untuk mengeluarkan sisa – sisa kotoran yang melekat pada kaca. Penggantian air cukup dilakukan 2 atau 4 minggu sekali dan tidsak perlu seluruh air diganti tetapi cukup sejumlah 30 – 50 % dari total air.

 

Tips Budidaya Ikan Arwana ( Schleropages Formosus ) | Admin | 4.5
Leave a Reply