Ternak Semut Rangrang

Ternak Semut Rangrang – Ternak Semut Rangrang atau Ternak Kroto salah jenis usaha ternak yang menjanjikan. Hasil Ternak Semut Rangrang digunakan untuk pakan burung, ikan yang sangat baik untuk perkembangan burung dan ikan. Pada kesempatan ini Admin Hewanternak.com akan berbagi informasi mengenai Ternak Semut Rangrang. Pembahasan Ternak Semut Rangrang akan difokuskan pada Metode Ternak Semut Rangrang dan Media Ternak Semut Rangrang. Ok… langsung saja kita simak bersama penjelasan lengkapnya.
Ternak Semut Rangrang

Ternak Semut Rangrang

Metode Ternak Semut Rangrang

Dalam Berternak semut rangrang ada beberapa metode,namun sebagian besar pensuplay Kroto masih menggunakan metode lama (tradisional) adapun metode-metode itu adalah :
 
1. Metode tradisional
Dalam metode ini hampir tidak ada campur tangan manusia secara langsung. Semut dibiarkan berkembang biak sendiri dan manusia hanya mengambil hasilnya. Contohnya; yang sekarang banyak dilakukan oleh pemetik kroto. Dia hanya mencari pohon yang ada sarang semutnya dan mengambil kroto yang ada. Kadang dapat banyak tetapi sering hanya mendapat sedikit hasil per sarang semut rangrang. Jika sarang sudah diambil maka dia harus mencari sarang yang baru agar memperoleh kroto lagi.
Kelebihannya:
  • Tidak perlu repot-repot mengurusinya
  • Tanpa perlu memberi makan
  • Tempat sudah tersedia di alam
Kekurangannya:
  • Hasil tak dapat diprediksi/perkirakan sebelumnya
  • Masih terpengaruh oleh kondisi cuaca alam
  • Sulit untuk berkembang biak
  • masih Harus mencari ke Hutan hutan
2. Metode Semi Tradisionil
Didalam metode ini sudah ada campur tangan manusia. Tetapi hanya sedikit, karena hampir sebagian besar masih menggantungkan alam untuk kelestarian dari semut rangrang. Biasanya yang menggunakan metode ini adalah para pekebun yang memanfaatkan semut untuk menjaga pohonnya agar tidak diserang hama tanaman. Pekebun memberi jalan agar semut pindah dan berkembang ditempat yang baru atau yang diinginkan pekebun. Selain itu pekebun juga memberi makan semut dengan sisa-sisa dapur. Dengan metode ini hasil sudah bisa diperkirakan dan lebih banyak dari metode tradisionil.
Kelebihannya:
  • Tempat sudah tersedia di alam
  • Mengurusnya hanya sambilan
Kekurangannya:
  • Masih terpengaruh oleh kondisi cuaca alam
  • Sulit untuk berkembang biak
  • Memerlukan waktu yang cukup lama agar berhasil
  • Memerlukan Perhatian Khusus Agar Terhindar dari Predator liar
3. Metode Modern
Didalam metode ternak semut rangrang modern hampir tidak ada campur tangan dari alam. Semut hampir 100% tergantung kepada Peternak dalam hal memperoleh tempat tinggal,makanan Dan Asupan Nutrisi. Bahkan semut beranak pinak sampai turun temurun, belum pernah melihat pohon. Contoh metode ini adalah ternak semut rangrang menggunakan Metode yang Dikembangkan  Kroto Research Institute Budidaya Semut Rangrang mengunakan metode modern.
Kelebihannya:
  • Tidak memerlukan kebun
  • Tidak Memerlukan Tempat Luas
  • Modal Kecil
  • Biaya Perawatan Kecil
  • Hasil sudah bisa di prediksi
  • Masa Panen Bisa Di atur 2 minggu bisa 1 bulan bisa
  • Tidak tergantung dengan kondisi cuaca / alam
  • Semut sudah di lokalisasi sehingga tidak pergi kemana-mana
  • Mudah cara pengelolaannya dan Hasil Panen kroto bersih
  • Menghasilkan Kroto Kwalitas Super

Macam-macam Media Ternak Semut Rangrang

1. Media Bambu
Kelebihan :
  • Bahan Media Mudah didapat
  • Biaya Pembuatan media kecil
Kekurangan :
  • Koloni Lama dalam beradaptasi
  • Koloni Lama dalam perkembangbiakan
  • Koloni lama dalam perpindahan ke media yang lain
  • hasil telur kroto kecil-kecil
2. Botol Aqua 
Kelebihan :
  • Bahan Media Mudah Didapat
  • Biaya Pembuatan media Kecil
  • Bisa mengunakan Botol Bekas
Kekurangan :
  • Berpotensi Koloni Bersarang Diluar media
  • Cara Pemanenan Sulit
  • Sekali Panen harus Pembibitan dari awal
  • Koloni akan sulit dibudidaya lagi setelah satu kali pemanenan
  • Hasil Produksi Telur Tidak maksimal
  • hanya sekali panen
  • Media sering berpindah-pindah ( Ringan )
  • Koloni suka berpindah-pindah media
3. Toples 
Kelebihan :
  • Bisa mengamati Perkembangan koloni setiap saat
  • Pembuatan Media Bisa mengunakan bahan bekas
  • Biaya pembuatan media kecil
Kekurangan :
  • Koloni lama dalam perkembangbiakan
  • koloni lama dalam pembuatan sarang
  • Pelaksanaan panen dan paska panen sangat Sulit
  • Hanya Sekali panen harus melakukan pembibitan dari awal
  • Masa budidaya yang lama berakibat kerugian biaya produksi dan waktu
  • Memerlukan tempat yang luas
  • Berpotensi terjadinya pengembunan,jika hal itu terjadi maka sudah pasti larva dan pupa akan membusuk
  • Kroto yang dihasilkan koloni hanya akan habis untuk membuat sarang ( untuk membuat sarang koloni mengunakan kroto )

CATATAN : TERNAK KROTO MENGUNAKAN MEDIA TOPLES 90 %  PASTI GAGAL !!!

4. Media Sarang
Bagi peternak pemula informasi tentang Penentuan media sebagai sarana koloni Semut rangrang membuat sarang Dan berkembangbiak sangatlah penting,Demi Untuk mendapatkan Hasil Panen Kroto yang optimal Pemilihan  media Mutlak menjadi syarat utama dalam berbudidaya semut rangrang penghasil kroto ,media yang tepat dan sesuai dengan Karakteristik Semut rangrang, Petani harus memiliki pemahaman mengenai media yang mungkin berbeda-beda dari setiap jenisnya.disini penulis hanya focus pada budidaya semut rangrang mengunakan pipa pvc ( paralon ) karena berdasarkan pengalaman penulis selama beberapa tahun berbudidaya semut rangrang penghasil kroto media yang paling tepat dan efektif adalah paralon.
  • Untuk proses penebaran Bibit mengunakan media PVC ( Paralon ) petani tidak perlu repot-repot  melakukan penangganan yang berlebihan,seperti jika mengunakan stoples harus menutup dulu lobang yang dibuat mengunakan solder untuk tujuan akses keluar masuk koloni dengan mengunakan lakban,dan menunggu beberapa jam agar koloni beradaptasi dengan media.tetapi jika mengunakan pipa pvc ( paralon ) petani hanya tinggal menata pipa-pipa yang sudah dipotong tadi ke flock/ rak dan bibit langsung ditebar diatas rak.
  • Hasil produksi telur kroto yang dihasilkan mengunakan pvc lebih banyak dan lebih padat,jika dibandingkan mengunakan media lain.
  • Koloni sangat betah dan merasa nyaman sehingga Perkembang biakan koloni sangat cepat dikarekan media berwarna gelap,
  • Koloni jarang berpindah sarang/media sehingga hasil produksi telur optimal
  • Pasca panen media sanggat mudah untuk dibersihkan
  • Media bisa bertahan lama dan tidak akan rusak dalam kurun waktu 5-10 tahun masa budidaya.
  • Media mempunyai berat yang standar sehinga media tidak akan bergeser atau berpindah disaat koloni sudah penuh .
  • Dalam masa pemanenan media mengunakan pipa pvc sangat mudah dan meminimalisasi kematian koloni pasca panen.
  • Media Sarang mengunakan pvc ( Paralon ) membuat sarang memiliki intensitas cahaya yang konstan yang disukai semut-Semut produktif intensitas cahaya dalam sarang berkisar 0,01-0,06 lm/m2 .sehinga hasil produksi kroto bisa maksimal.
Demikianlah pembahasan singkat tentang Ternak Semut Rangrang, semoga bermanfaat. Jangan lupa baca juga Cara Ternak Kacer dan Kandang Ternak Kenari
Ternak Semut Rangrang | Admin | 4.5
Leave a Reply