Perawatan Burung Cucak Keling

Perawatan Burung Cucak Keling – Alhamdillah sahabat dimana saja berada khususnya bagi pecinta burung kicau dimanapun berada pada siang hari ini saya admin dari hewanternak.com kembali akan memberikan update artikel terbaru dengan Judul Perawatan Burung Cucak Keling.

Burung camperling atau asian glossy starling (Aplonis panayensis) dikenal memiliki suara keras dan tajam, bahkan cukup memekakkan telinga kita. Meski demikian, tidak sedikit sobat kicaumania yang memelihara burung ini untuk dijadikan masteran bagi burung kicauan lainnya, atau sekadar memancing burung di rumah agar rajin bunyi. Di Indonesia, burung ini memiliki nama resmi perling kumbang, namun kalangan kicaumania lebih mengenalnya sebagai cucak keling.

Perawatan Burung Cucak Keling

Perawatan Burung Cucak Keling

 

Mengenai apa dan bagaimana burung cucak keling, Om Kicau sudah pernah menjelaskannya di sini, jadi tidak perlu diulang lagi.  Perlu diketahui, cucak keling terdiri atas 14 subspesies / ras. Hanya tiga ras saja yang tidak dijumpai di Indonesia. Sedangkan 11 ras yang lainnya tersebar di sejumlah wilayah Indonesia, yaitu:  habitat di Sumatera (termasuk pulau-pulau kecil di sekitarnya), Jawa dan Kalimantan barat. Ras ini juga ditemukan di wilayah selayan Myanmar dan Thailand, Singapura, dan Semenanjung Malaysia.

Perawatan cucak keling pada dasarnya sama seperti perawatan jalak kerbau. Hanya saja, cucak keling dikenal sering minum, bahkan sering mandi di wadah air minum. Karena itu, Anda mesti sering mengecek kondisi air dalam cepuk minumnya. Jika tinggal sedikit, apalagi sampai kotor, segera diganti dengan air yang bersih.

Perawatan rutin lainnya adalah memberikan buah-buahan yang bervariasi, misalnya pepaya, apel, mangga, atau pisang. Seperti halnya burung dari keluarga jalak-jalakan, cucak keling termasuk pemakan segala, termasuk serangga-serangga kecil atau hewan lain seperti siput dan belalang.

Perawatan rutin yang bisa Anda terapkan adalah :

  1. Memberi kroto sebagai pakan tambahan (EF)
  2. Kroto bisa diberikan setiap pagi hari dengan porsi 1 sendok teh. Ini bisa dilakukan setelah burung mandi pagi dengan cara disemprot, yang biasanya dilakukan pada pukul 06.30 atau 07.00.
  3. Peraawatan mandi dan jemur
    Setelah mandi, burung dianginkan hingga bulu-bulunya kering. Saat itu burung bisa diberikan jangkrik atau belalang hijau sebanyak 3 ekor dan 2 ekor ulat hongkong. Setelah itu burung dijemur, dengan durasi 2-3 jam.
    Dalam perawatannya, cucak keling hanya bisa dimaster dengan burung yang memiliki karakter suara hampir sama, seperti pelatuk, walang, jangkrik, rio-rio, tengkek, dan burung gereja.

Demikianlah artikel tentang Perawatan Burung Cucak Keling, semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk kita semua amin 3x dan sampai jumpa lagi pada update artikel terbaru lainnya hanya bersama dengan kami di hewanternak.com

Kata Kunci :

cara ternak cucak keling
Perawatan Burung Cucak Keling | Admin | 4.5
Leave a Reply