Mitos dan kecerdasan Burung Gagak

Mitos dan kecerdasan Burung Gagak – Alhamdulillah sahabat pecinta burung kicau dimana saja berada pada pagi yang sangat indah ini saya admin hewanternak.com kembali akan memberikan postingan artikel terbaru dengan Judul Mitos dan kecerdasan Burung Gagak.

Di Indonesia, burung gagak kerap digambarkan sebagai burung pembawa berita buruk atau pertanda kesulitan yang bakal timbul. Bahkan kehadiran burung gagak sering dikaitkan dengan akan adanya kematian. Di Eropa burung gagak dianggap burung peliharaan penyihir.

Mitos dan kecerdasan Burung Gagak

Mitos dan kecerdasan Burung Gagak

 

Di dalam Al Quran juga disebutkan salah satu kisah yang melibatkan burung gagak. Allah dengan perantara burung gagak telah mengajari Qobil (anak Nabi Adam) untuk mengubur mayat saudaranya setelah membunuhnya. Kisah ini, mungkin, yang ikut mengenalkan gagak sebagai hewan berhubungan erat dengan kematian. Padahal, sejumlah ulama menafsirkannya bahwa gagak memiliki kecerdasan yang tinggi sehingga menjadi perantara sebagai pengajar bagi manusia.

Dan ternayata kecerdasan burung gagak ini kemudian terbukti secara ilmiah. Maurice Burton dan Robert Burton pada tahun 2002 mempublish hasil penelitian berjudul “Crow” dalam The International Wildlife Encyclopedia, Volume 10. Penelitian tersebut membuktikan bahwa burung gagak mempunyai tingkat kecerdasan tertinggi di antara para burung. Penelitian serupa dilakukan oleh Bernd Heinrich dan Thomas Bugnyar dari Vermont University (Kanada) dan St Andrews University (Skotlandia) yang dipublikasikan oleh Majalah American Scientific. Burung gagak mampu menggunakan logika untuk memecahkan masalah dan beberapa kemampuan mereka bahkan melampaui dari kera besar.

Beberapa bukti kecerdasan burung gagak yang diuji lewat berbagai studi diantaranya adalah:

  • Gagak sukses mengambil makanan di dalam tabung dengan menggunakan semacam kawat seperti kail.
  • Gagak dihadapkan pada makanan mengapung di atas air dalam tabung panjang, ternyata gagak mampu menjatuhkan kerikil-kerikil kecil dalam tabung sehingga membuat ketinggian air dalam botol meningkat dan akhirnya paruhnya mampu mencapai makanan itu.
  • Empat ekor burung gagak mampu bekerja sama dan melakukan strategi untuk menjebak dan menangkap mangsa. Di mana dua dari gagak akan terbang rendah untuk memblokir rute melarikan diri mangsa, sementara yang lain menyerang mangsa dari belakang.
  • Burung gagak mampu cepat beradaptasi terhadap perubahan daerah yang sangat ekstrim, semisal dari padang pasir ke pegunungan.

Thomas Bugnyar, seorang ahli biologi di Universitas Wina (Austria) mengatakan bahwa kemampuan burung gagak memiliki kemampuan kognitif setara dengan anak usia 2 tahun.

Setelah membaca tingkat kecerdasan burung gagak yang diungkap oleh berbagai penelitian dan ahli tersebut, sekarang tinggal kita pilih. Tetap meyakini mitos-mitos negatif seputar burung gagak atau mengakuinya sebagai salah satu hewan tercedas!

Demikianlah artikel tentang Mitos dan kecerdasan Burung Gagak, semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk kita semua amin yarabbal alamin dan sampai jumpa lagi pada update artikel terbaru lainnya hanya bersama dengan kami di hewanternak.com

Mitos dan kecerdasan Burung Gagak | Admin | 4.5
Leave a Reply