Mengenal Sejarah Domba Garut

Mengenal Sejarah Domba Garut – Alhamdulillah sahabat ternak dimanapun berada, pada kesempatan yang baik ini saya akan memberikan update terbaru artikel kami dengan judul Mengenal Sejarah Domba Garut, mengenai asal-usul perkembangan Domba Garut diyakini berasal dari domba lokal asli Garut, yaitu dari Daerah Cibuluh dan Cikeris di Kecamatan Cikajang serta dari Kecamatan Wanaraja. Keyakinan tersebut dilandasi oleh teori bahwa seluruh bangsa domba yang ada di dunia dapat dikelompokkan ke dalam dua kelompok besar, yaitu kelompok domba bermuka putih (white face) dan domba bermuka hitam (black face).
Mengenal Sejarah Domba Garut
Mengenal Sejarah Domba Garut
Domba-domba muka putih secara genetik membawa warna yang lebih dominan dibandingkan warna pada domba muka hitam, sedangkan domba-domba yang diimpor masuk ke Indonesia sejak Jaman Belanda sampai sekarang kebanyakan dari kelompok domba muka putih (termasuk Domba Merino, Texel, dan Domba Ekor Gemuk), sehingga warna hitam yang banyak terdapat pada Domba Garut dipercaya berasal dari domba lokal, khususnya domba lokal dari daerah Cibuluh dan Wanaraja yang sejak dahulu dikenal dengan domba-dombanya yang dominan berwarna hitam, termasuk dominan hitam pada tubuh secara keseluruhan, di samping itu Domba Cibuluh memiliki ciri yang sangat spesifik, yaitu bertelinga rumpung (rudimenter) dengan ukuran panjang kurang dari 4 cm atau ngadaun hiris (4 – 8 cm), sedangkan domba-domba lokal rata-rata memiliki daun telinga yang rubak dengan ukuran panjang lebih dari 8 cm.
Teori Merkens dan Soemirat yang menyatakan bahwa Domba Priangan berasal dari persilangan yang kurang terencana dari tiga bangsa domba (Merino X Lokal X Ekor Gemuk), itu pun dapat diterima sejauh belum ada pembuktian melalui penelitian darah dan gena yang terdapat pada Domba Garut atau Domba Priangan, namun demikian hal tersebut dapat mengaburkan keberadaan domba asli Cikajang (Cibuluh dan Cikeris) dan Wanaraja, karena domba asli Kecamatan Cibuluh dan Kecamatan Wanaraja Garut telah dikenal sejak berabad-abad yang lalu, jauh sebelum Domba-domba impor dimasukkan ke Indonesia.
Bahkan yang perlu dikaji, baik secara historis mau pun sosiologis mengenai keberadaan salah satu relief pada situs yang terdapat di Candi Prambanan, pada situs tersebut terlihat dua ekor domba yang saling berhadap-hadapan sebagai hewan persembahan, ke dua domba tersebut, memiliki beberapa karakteristik yang mirip dengan ciri khas Domba Priangan, antara lain kuping yang ngadaun hiris mendekati rumpung dengan tanduk ngabendo, profil muka cembung, dan bulu pada bagian di seputar lehernya yang dibiarkan tumbuh memanjang (bulu yang saat ini dibiarkan terjurai di bawah leher pada Domba Garut atau disebut nyinga, merupakan modifikasi dari pola pencukuran bulu pada waktu itu), artinya domba pada situs tersebut sangat mirip dengan performa Domba Garut yang pada abad ke delapan, telah ditemukan di daerah Jawa Tengah, domba tersebut dipandang sebagai domba terbaik dari domba-domba yang ada pada masa lalu, karena tidak mungkin domba yang berkualitas rendah dijadikan hewan persembahan yang diabadikan dalam bentuk relief pada sebuah candi yang besar, sekelas Candi Prambanan.
Demkianlah artikel tentang Mengenal Sejarah Domba Garut, semoga bermanfaat dan tak lupa juga saya ucapkan banyak terima kaish atas kunjungannya di hewanternak.samapi jumpa lagi pada artikel terbaru lainnya.
Mengenal Sejarah Domba Garut | Hewan Ternak | 4.5
Leave a Reply