Masalah dan Penyebab Serta Solusi Anis Kembang untuk Berkicau pada Saat Lomba

Masalah dan Penyebab Serta Solusi Anis Kembang untuk Berkicau  pada Saat Lomba – Alhamdulillah sahabat pencinta burung kicau dimana saja berada, pada sore hari kembali saya akan memberikan update artikel terbaru dengan Judul Masalah dan Penyebab Serta Solusi Anis Kembang untuk Berkicau  pada Saat Lomba. Salah satu faktor yang menghantui para pemilik Anis Kembang rumahan untuk menampilkan Anis Kembangnya di lomba adalah perasaan malu dan bingung ketika melihat Anis Kembangnya sudah gacor ngerol seharian di rumah tapi begitu dilombakan hanya loncat-loncat naik turun dan seperti memburu lawan-lawannya. Mengapa hal ini bisa terjadi? Berikut ini saya sampaikan rangkuman dari tujuh (7) masalah yang sering muncul saat menampilkan AK di lomba.
Masalah dan Penyebab Serta Solusi Anis Kembang untuk Berkicau pada Saat Lomba
Masalah dan Penyebab Serta Solusi Anis Kembang untuk Berkicau pada Saat Lomba
Mari kita coba bedah satu per satu perilaku Anis Kembang saat dilombakan berikut dengan solusi secara garis besarnya. Detail-detail solusi bisa dicari dengan sering-sering membawanya latihan dan harus punya catatan tentang perilaku si Anis Kembang mulai H-3 saat di rumah. Di samping itu harus pandai membaca perilaku / karakter AK nya, mengetahui cara menaikkan dan menurunkan birahi.
Kemudian perilaku saat dibawa dalam perjalanan, perilaku saat dipertemukan dengan AK lain sebelum naik gantangan dan yang paling penting adalah perilaku sesaat setelah diturunkan dari gantangan itu bagaimana? Dalam bahasan ini maka yang kita threatmen adalah AK yang sudah ngeroll gacor di rumah
Masalah Pertama :
Di rumah gacor ngerol tapi dilombakan hanya diam berdiri tegap / ngidang / ngobra tanpa mau bunyi ngerol.
Penyebab :  
  1. Anis Kembang-nya masih muda usia dan belum pernah merasakan lomba, atau yang sering disebut demam panggung.
  2. Anis Kembang-nya belum pas birahinya (kurang naik birahinya) untuk tarung ngerol.

 

Solusi :  
Sering diajak latihan, digantangkan di pojok atau di pinggir dahulu, dan dipantau perilakunya saat sebelum naik dan sesudah turun gantangan. Bila saat sebelum naik gantangan kelihatan membulat badannya dan sayap tidak ketemu menggunting di atas ekor maka kondisi birahi AK ini ngedrop sesampainya di tempat lomba. Penanganannya bisa dengan mempertemukan dengan betina cas yang genit dan cocok. Pemain juga harus mencermati timing / waktu ngecas dengan betina supaya sesaat sebelum dipisah dengan si betina, si AK jantan ini sudah terdengar mendesis memompa udara sambil terlihat melamun.
Bila tidak main cas betina maka penanganan untuk AK yg ngedrop birahinya di lapangan adalah dengan menambah EF (Extra Fooding) yang bersifat spontan seperti jangkrik dan ulat hongkong warna putih lalu segera kerodong kembali dan disendirikan dari kicauan AK lainnya. Pengujian tingkat birahi AK ini sebaiknya sebelum satu jam digantangkan sehingga bila terlihat kurang birahi masih ada waktu sekitar satu jam untuk melihat dan merasakan reaksi dari EF yang ditambahkan.
Masalah Kedua :
Di rumah sudah mau ngerol saat ketemu AK yang lain tapi dilombakan hanya lompat-lompat naik turun dengan sesekali bunyi ngeplong.
Penyebab 
  1. Kondisi AK sudah mulai masuk masa mabung.
  2. Kondisi birahi kurang naik sedikit
Solusi :
a. Diistirahatkan
b. Dicas dengan AK jantan lainnya di hadapan betina cas yg genit dan cocok. Perlu bijak dan teliti dalam memilih cas betina yang cocok. Bijak dalam hal mengatur waktu casnya, jangan sampai terlalu awal dan jangan sampai terlalu sebentar.
AK jantan yang pas birahinya di puncak birahi ditandai dengan bunyi mendesis saat dipertemukan dengan betina lalu disambung bunyi ngriwik dan bila dipisah langsung ngerol sampai lomba selesai. Teliti memilih betina cas bisa diperhatikan dengan melihat bunyi si betina dan gerakan sayap si betina.
Ada betina yang hanya mau ngleper sayapnya tanpa mengeluarkan bunyi. Ada betina yang tidak ngleper sayapnya tapi mengeluarkan suara, seperti suara cik..cik..cik..; tik..tik..tik…; trek…tek…tek….tek…; ciiirr…ciiirrr…cirrr, dll.  Ada juga betina yang ngleper sayapnya dan diikuti dengan mengeluarkan bunyi nada panggil. Pilih betina cas yang cocok dengan tanda si AK jantan mau ngerol rapet, volume keras dan nagen / nancep. Yang perlu dihindari dari penggunaan cas betina adalah betina yang berperilaku ngleper sayapnya yang diakhiri dengan gerakan nungging / mengangkat ekor. Mengapa? Karena ini kode betina minta secepatnya dikawin sehingga pejantan akan sibuk mengejar betina seolah minta masuk ke sangkar si betina. Jadi jantan lupa untuk tugas ngerolnya.
Masalah 3 :
Di rumah sudah ngerol tapi saat dilombakan ngerolnya gak bisa nancep alias masih ada loncat-loncatnya (mlethik). Setelah loncat hanya bunyi ngeplong atau diakhiri dengan berperilaku nakal seperti mengejar musuh sambil loncat-loncat.
Penyebab :
  1. Birahinya sudah memuncak namun belum stabil karena dipertengahan menjadi ngedrop birahinya.
  2. Ada gangguan pada kondisi bulu dan atau stamina.

 

Solusi :
  • Merevisi pola rawatan seminggu menjelang dilombakan, yaitu menambah porsi EF yang memiliki efek birahi lebih panjang seperti cacing dan kroto (sangat bagus bila kedua EF ini dikombinasikan dan diberikan mulai hari Kamis pagi). Bisa juga memberi buah apel mulai H-7 dan jangan dilupakan untuk menggunakan kerodong  setelah penjemuran agar tidak terjadi kelelahan karena sudah ngerol duluan di rumah.
  • Cek kondisi bulu. Bila bulu baru setelah beres mabung belum tumbuh maksimal memang seringkali memicu gembos ngerol di akhir lomba. Lakukan penjemuran yang cukup. Bila saat dijemur, si AK sudah terlihat buka paruh (mangap) sambil gelisah naik turun maka penjemuran bisa diakhiri. Berikan EF antara lain jangkrik sebagai sumber tenaga (kalori) dan EF lain seperti kroto dan cacing yang memiliki efek birahi jangka panjang.

 

Masalah Keempat :
Di rumah gacor ngerol seharian tapi di lomba ngerol sebentar lalu loncat dan kembali ngerol lagi.
 
Penyebab :
a. Birahi terlalu kenceng tapi belum over birahi
Solusi :
  • Sebelum berangkat disempatkan dimandikan dan dua sesi menjelang digantangkan ditrek dengan sesama AK jantan. Bila saat ditrek masih kelihatan gelisah naik turun maka durasi ngetrek bisa diperpanjang.
  • Bila saat ditrek kelihatan bodinya ngejet (ngobra sambil bulu sayap diturunkan) maka bisa segera ambil semprotan air. Semprotkan tipis-tipis ke permukaan badannya dan kakinya hingga kena kayu pangkringannya.

 

Masalah 5:
Saat ditarungkan bunyi ngerol di bawah dan atau bunyi ngerol tapi bukaan paruh sempit dan volume suara ngerol tidak keras / tembus, tidak seperti saat ngerol sendiri.
Penyebab :
a. Setelan birahinya terlalu tinggi dan cenderung over birahi tingkat ringan.
 
Solusi :
  • Lakukan revisi setelan dengan sedikit mengurangi porsi EFnya, tidak melakukan penjemuran di pagi hari yang justru dapat meningkatkan birahi. Lakukan penjemuran siang hari (kisaran jam 13-15)untuk sedikit menurunkan birahinya. Penjemuran siang hari cukup sebentar saja kecuali bila sampai over birahi atau kanibal.
  • Gejala masalah ke 5 ini sudah bisa terdeteksi saat H-3 dengan tanda menjadi gacor ngerol seharian meski sudah dikerodong dan sesekali terdengar loncatan-loncatan di dalam kerodong saat mendengar AK lain bunyi. Bila gejala ini sudah bisa diketahui maka bisa mengurangi porsi EF, memberi buah pisang kepok putih separo ukuran untuk member efek tenang dan perbanyak mandi dan kalau bisa melakukan mandi malam kisaran jam 21-23.

Masalah Kenam :

 Saat ditarungkan hanya diam, dan atau loncat-loncat terus, namun setelah diturunkan langsung ngerol sejadi-jadinya.
Penyebab :
a. Kurang latihan dan birahi terlalu tinggi
Solusi :
a. Perbanyak jam latihan dan penanganan seperti pada masalah  ke 5.
 
Masalah Ketujuh :
Terlambat bunyi ngerol, di awal digantang hanya loncat-loncat.
Penyebab :
a.  Birahinya tercampur dengan sedikit emosi.
b. Telat panas atau telat naik birahinya.
Solusi :
  • Perbaiki waktu ngetrek dengan bila menggunakan metode ngetrek sesama AK jantan. Bila emosinya terlalu tinggi dibanding birahinya maka waktu ngetreknya diperlama.
  • Bila menggunakan cas betina maka perbaiki waktu ngecas dengan betina agar sesaat sebelum digantang sudah benar-benar mendesis atau dada sudah terlihat naik turun memompa udara dengan posisi berdiri melamun tidak loncat-loncat

Demikianlah artikel tentang Masalah dan Penyebab Serta Solusi Anis Kembang untuk Berkicau pada Saat Lomba, semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk kita semua amin3x, dan sampai jumpa lagi pada update artikel terbaru lainnya bersama dengan kami di hewanternak.com

Masalah dan Penyebab Serta Solusi Anis Kembang untuk Berkicau pada Saat Lomba | Hewan Ternak | 4.5
Leave a Reply