Cara Terbaik Menangani Sapi Pada Saat Hamil

Caara Terbaik Menangani Sapi Pada Saat Hamil – Alhamdulillah sahabat ternak dimana saja berada pada kesempatan yang baik ini kembali saya akan memberikan update artikel terbaru dengan Judul Cara Terbaik Menangani Sapi Pada Saat Hamil. setelah kita mengawinkan sapi jantan dan betina pada siklusnya yang tepat. Maka, tahapan selanjutnya adalah masa kehamilan sapi betina. Dibutuhkan pemeliharaan yang berbeda atau khusus terhadap sapi yang hamil dan akan melahirkan.

Bertujuan untuk mendapatkan pedet atau anakan sapi yang cukup kuat dan mampu bertahan hidup. Artikel ini akan membahas dengan singkat, hal-hal apa saja yang harus diperhatikan dalam merawat sapi yang sedang dalam kondisi hamil dan saat memasuki masa untuk melahirkan.

Tanda Kehamilan Pada Sapi

Sapi yang sedang hamil biasanya tubuhnya cenderung lemah dan rentan penyakit. Selain itu sapi tidak menunjukkan tanda-tanda birahi lagi atau sudah tidak minta dikawinkan lagi. Tanda lainnya adalah sifat sapi betina yang menjadi lebih tenang, tidak suka mendekat ke pejantan serta nafsu makannya yang meningkat sehingga berat badan pun bertambah besar.

Pada pertengahan kehamilan perut sebelah kanannya nampak semakin bertambah besar serta terdapat pergerakan pada perut sebelah bawah, sisi bagian kanan dan belakang. Puting serta ambingnya mulai berkembang semakin membesar, biasanya penampakannya sangat jelas pada sapi dara atau sapi yang belum pernah hamil sebelumnya.

Cara Terbaik Menangani Sapi Pada Saat Hamil

Cara Terbaik Menangani Sapi Pada Saat Hamil

 

Jika sapi sudah menunjukkan tanda-tanda seperti yang disebutkan di atas, maka sudah jelas sapi sedang hamil. Langkah berikutnya adalah melakukan manajemen perawatan khusus pada sapi yang sedang hamil tersebut.

Perawatan dan Pemeliharaan Sapi yang Sedang Hamil

Hal paling utama yang penting untuk diperhatikan adalah ransum makanan dan perawatan kesehatannya. Sapi yang hamil harus mendapatkan ransum makanan yang baik, dalam arti kuantitas dan kualitasnya harus tepat. Sapi yang hamil memang memerlukan makanan yang lebih banyak dibanding biasanya untuk memenuhi kecukupan energi, tapi jangan sampai berlebihan. Sapi yang diberi makan berlebihan akan menyebabkan kegemukkan dan biasanya akan mengalami kesulitan saat melahirkan atau disebut Distokia. Tapi jika jumlah pakan kurang, maka akan mengalami banyak permasalahan juga saat persalinan.

Selain makanan, sapi yang sedang hamil juga perlu dipisahkan dari sapi lainnya dengan cara ditempatkan pada kandang individual. Bisa juga melakukan pelatihan dengan mengajak sapi berjalan-jalan atau digembalakan, sekitar 2 jam per harinya.

Pakan Bagi Sapi Hamil Muda

Perhatian terhadap ransum makanan bisa dilakukan setelah usia kehamilan sapi sudah lebih dari 2 bulan atau sedang dalam hamil muda. Sebab sapi harus mempersiapkan diri untuk pembentukkan jaringan-jaringan baru, seperti: janin, membran janin, pembesaran uterus atau rahim dan perkembangan kelenjar susu. Harus tersedia protein yang cukup pada ransum makanan yang akan diberikan. Karena kekurangan protein dapat menyebabkan turunnya ketahanan tubuh terhadap penyakit dan kematian pada pedet yang akan dilahirkan. Dibutuhkan 7-10% protein, kalsium sekitar 0,5% dan phosphor 0,2%.

Pakan Bagi Sapi Hamil Tua

Saat memasuki usia 7 bulan atau 2 bulan sebelum melahirkan, sapi biasanya butuh asupan makanan yang lebih besar lagi guna meningkatkan bobot lahir pedet. Nutrisi yang dibutuhkan pun sudah berbeda dan lebih banyak lagi, seperti: protein yang dibutuhkan sekitar 12-12,5%, kalsium sekitar 0,7% dan phosphor sekitar 0,3 %. Jadi perlu ada perbaikan pakan, yaitu dengan memberikan hijauan berupa rumput, jerami dan sejenisnya secara tak terbatas. Serta ditambah pakan penguat dengan kandungan protein 12% atau kira-kira sekitar 1,5-2% dari bobot sang induk. Pakan penguat tersebut dapat tersusun dari bahan-bahan berikut: bekatul, pollar, gaplek, biji kapuk, jagung, bungkil kopra, menir kedelai, kleci, bungkil sawit, roti afkir atau kadaluwarsa, tetes, mineral mix, garam, kulit kacang tanah dan janggel jagung.

Bobot pedet saat lahir juga akan berpengaruh terhadap pertumbuhan pedet selanjutnya, bobot lahir pedet yang tinggi akan mengurangi angka kematian pedet dan meningkatkan produksi susu induk sehingga pedet bisa mendapatkan asupan susu yang cukup.

Mineral dan vitamin juga sangat dibutuhkan bagi sapi yang hamil tua, bagus untuk perkembangan janin. Serta dapat mengurangi permasalahan kesehatan, mencegah terjadinya retensio placenta, meningkatkan sistem imun sehingga ternak sapi bisa melawan gangguan penyakit, seperti mastitis baik sebelum maupun sesudah malahirkan.

Pemeliharaan Kesehatan Pada Sapi Hamil

Kekurangan mineral juga dapat menyebabkan defisiensi pada pedet yang dilahirkan, maka untuk pencegahan bisa dilakukan vaksinasi pada induk sekitar 4-6 minggu sebelum melahirkan dan diulang kembali satu bulan sebelum melahirkan.

Ada berbagai jenis penyakit yang dapat mengganggu kesehatan sapi hamil dan janin yang dikandungnya, penularan beberapa jenis penyakit melalui viral dapat menimbulkan infeksi pada plasenta dan janin. Bisa mengakibatkan pedet lahir dalam kondisi lemah atau bisa juga mengakibatkan kematian. Infeksi juga bisa terjadi pada uterus sapi dan kemudian menimbulkan infeksi pada plasenta dan janin.

Pencegahan penyakit pada sapi dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan kandang dan orang yang memelihara atau merawatnya. Kandang harus dijaga supaya tetap bersih, lantai kandang dibersihkan dengan menggunakan karbol, tetapi dijaga agar jangan sampai membahayakan sapi.

Pembuangan air di dalam kandang juga harus tersalur dengan baik dan diusahakan tidak ada genangan air di dalam maupun di sekitar kandang. Kandang yang selalu terjaga kebersihannya akan membuat sapi selalu bersih. Sapi juga sebaiknya dimandikan setiap pagi karena pada malam hari kandang tidak dibersihkan, sehingga kotoran sapi yang ada pada malam hari akan menempel pada badannya saat sapi sedang tidur atau berbaring.

Peralatan kandang yang biasa digunakan sehari-hari, harus dibersihkan setiap selesai digunakan dan ditaruh pada tempat yang bersih dan aman. Saat ada wabah penyakit, peralatan tersebut perlu dibersihkan menggunakan desinfektan. Selain itu, kesehatan dari para pekerja yang merawat sapi juga harus selalu terjaga dengan baik, jangan sampai sapi tertular penyakit dari orang yang bekerja untuk merawatnya.

Masa Kelahiran

Masa kehamilan pada sapi rata-rata berlangsung sekitar 9 bulan atau 281 hari, pedet jantan biasanya dikandung lebih lama 1-3 hari dibanding dengan pedet betina. Sedangkan bagi sapi dara atau sapi yang baru pertama kali hamil, masa kehamilannya lebih singkat sekitar 2 hari dibanding sapi yang sudah sering melahirkan. Selain itu, jika sapi mengandung anak kembar, umumnya masa kehamilannya akan lebih singkat.

Tanda Sapi Siap Melahirkan

Sapi yang siap melahirkan akan menunjukkan tanda-tandanya, seperti: nafsu makan yang mulai berkurang dan sering kencing. Sapi tampak gelisah, kaki menggaruk-garuk lantai kandang atau tanah, selalu berubah posisi kadang berdiri, berbaring dan berputar-putar. Ambing membesar, bengkak, mengeras, lembab dan berwarna kemerahan. Pinggul mengendor dan disekeliling pangkal ekor cekung.

Setelah tanda-tanda tersebut nampak, sapi berarti sudah siap untuk melahirkan dan harus segera dibuat persiapan.

Persiapan Kelahiran

Sapi hendaknya ditempatkan pada kandang tersendiri yang sudah dipersiapkan. Kandang haruslah sudah dibersihkan dan lantainya sudah diberi alas seperti: jerami kering, rumput kering, serbuk gergaji, karung dan lainnya. Kandang harus dapat penerangan yang cukup, sirkulasi udara yang baik dan bebas debu. Tapi jika keadaannya mendesak, induk juga bisa melahirkan di luar kandang asal tidak ada gangguan berupa angin yang sangat kencang. Sediakan Yodium untuk dioleskan pada bekas potongan tali pusar.

Proses Kelahiran dan Penanganannya

Proses melahirkan dimulai dengan keluarnya cairan dari vulva, keluarnya kantong plasenta, kemudian janin akan keluar dan induk biasanya akan mulai menjilati anak yang baru lahir. Jika sapi bisa melahirkan normal, maka tidak perlu bantuan. Tapi jika sapi kesulitan, barulah kita perlu campur untuk membantu proses kelahiran.

Jika induk sapi tidak menjilati anaknya, maka kita yang harus segera membersihkannya. Pertama, bersihkan semua lendir yang menempel di mulut, hidung dan tubuhnya dengan menggunakan handuk atau kain lap yang bersih. Kemudian potong tali pusar menggunakan gunting yang steril, tali pusar dipotong sekitar 10 cm dan bekas lukanya diolesi dengan Yodium untuk menghindari infeksi atau radang pusar.

Demikianlah artikel tentang Cara Terbaik Menangani Sapi Pada Saat Hamil, semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk kita semua amin 3x dan sampai jumpa lagi pada update artikel terbaru lainnya hanya bersama dengan kami di hewanternak.com

Kata Kunci :

artikel mengenai hewan ternak sapi,bulu pusar sapi berdiri tandax
Cara Terbaik Menangani Sapi Pada Saat Hamil | Admin | 4.5
Leave a Reply