Cara Memelihara Sapi Agar Sehat

Cara Memelihara Sapi Agar Sehat – Tatalaksana pemeliharaan sapi diantaranya termasuk juga program kesehatan ternak adalah suatu program penjagaan kesehatan ternak secara terpadu dalam suatu usaha peternakan, baik yang menyangkut hewannya sendiri; seperti juga pada sapi maupun pengaturan faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan, hingga usaha peternakan dapat dilaksanakan secara serasi, dan tujuan beternak dapat memenuhi prinsip ekonomi secara optimal. Manajemen kesehatan ternak menjadi hal yang penting dalam usaha peternakan komersial untuk mencapai keuntungan yang setinggi-tingginya. Hal ini didukung oleh kesehatan sapi, lingkungan dan produknya. Mencegah datangnya penyakit jauh lebih baik dari pada mengobati. Hal-hal yang perlu diperhatikan meliputi:
Cara Memelihara Sapi Agar Sehat

Cara Memelihara Sapi Agar Sehat

1. Kandang

a. Fungsi kandang :
  • Melindungi ternak dari hewan pemangsa
  • Mencegah agar ternak tidak merusak tanaman
  • Tempat tidur dan istirahat ternak, tempat makan dan minum ternak
  • Tempat kawin dan beranak
  • Tempat membuang kotoran dan kencing
  • Tempat merawat ternak yang sakit, memudahkan pengontrolan
b. Persyaratan kandang
  • Kandang harus kuat dan perlu dipelihara sehingga tidak cepat rusak
  • Kandang harus dibersihkan secara teratur 1-2 minggu sekali agar ternak sehat
  • Pilih penempatan kandang di lahan yang kering/tidak tergenang air
  • Kandang dibuat jauh dari rumah atau sumur
  • Kandang mendapat sinar matahari langsung yang merata serta sirkulasi/pergantian udara yang baik

2. Pemberian Pakan

  • Sapi untuk usaha perbibitan membutuhkan pakan untuk kebutuhan harian
  • Pakan diperlukan untuk produksi dan reproduksi
  • Jumlah pakan yang dibutuhkan bervariasi tergantung status fisiologi ternak
  • Pakan harus mengandung protein, energi, mineral, serat kasar, vitamin, dan lain-lain
  • pakan diusahakan harus selalu tersedia.
  • bahan pakan dapat berupa hijauan dan konsentrat. Hijauan diantaranya rumput, daun kacang-kacangan, dan hasil limbah pertanian.
  • hijauan yang segar biasanya lebih disukai ternak, tetapi untuk pakan hijauan tertentu sebaiknya dilayukan terlebih dahulu

3. Menjaga Kesehatan Ternak

Jika ternak mengalami gangguan kesehatan perlu segera ditangani.pengobatan dengan obat tradisional lebih dianjurkan, selain mudah didapat juga lebih murah.jika terpaksa menggunakan obat paten perlu diperhatikan labelnya dan ikuti petunjuk-petunjuknya denghati-hati.jangan mencampur obat-obat atau memberikan obat berkali-kali/sekaligus kecuali atas anjuran dokter hewan.pakailah alat suntik dan peralatan lain yang bersih.hubungi dokter hewan terdekat apabila sapi mengalami gangguan kesehatanyang berat.

4. Pemeliharaan Ternak Pasca Melahirkan

  • Ternak dibersihkan dari kotoran-kotoran darah
  • Anak sapi dirawat dan pusarnya diolesi larutan yodium
  • Anak sapi harus segera menyusu, bila ada kesulitan perlu dilatih karena susu induk sebelum 12 jam setelah melahirkan dapat membentuk kekebalan tubuh.
  • Colustrum buatan : 0,5 lt susu + 1 sdt minyak ikan + 1 btr telur ayam + 0,5 sdm gula pasir. Pangganti kolustrum ini diberikan secara langsung pada pedet
Penyakit yang sering menyerang pada sapi, diantaranya adalah :

1. Kembung/Tympani

Gejala : Dinding perut bagian kiri tampak membesar, nafsu makan dan minum turun, gelisah, nafas pendek/ngos-ngosan jika berlanjut dapat menyebabkan kematian

Penyebab : Kegagalan pengeluaran gas secara normal karena faktor pakan (rumput yang terlalu muda atau basah), sapi perah lebih sering terjadi.

Penanganan:  Mengeluarkan hal-hal yang menyumbat gas

– Medisinal : pemberian simetikon/dimetikon, trokard

– Alternatif : campuran minyak goreng dan air hangat, pelepah daun papaya dimasukkan lewat anus untuk membantu pengeluaran gas.

Pencegahan: dengan mengurangi pemberian rumput basah, daun-daun yang masih muda, buah polongan dan biji-bijian, pemberian pakan harus seimbang antara konsentrat dan hijauan

2. Cacingan

Penyebab : Cacing perut /usus, cacing hati

Gejala : Pucat, kurus, bulu kusam, nafsu makan turun, diare kadang berlendir/berdarah, bengkak di bawah rahang, kematian

Penanganan

Medisinal : pemberian obat cacing mis :albendazole, piperazin dll

Alternatif : pemberian cekok daun pepaya/ daun pare/daun putri malu

3. Flu Tulang/BEF ( Bovine Ephemeral Fever)

Penyebab : Virus yang disebarkan oleh nyamuk dan lalat

Gejala : Demam, gemetar, kehilangan nafsu makan dan minum, pernafasan dan denyut jantung meningkat, kadang diare

Obat : Novaldon

4. Brucellosis/keluron

Penyebab : Bakteri Brucella abortus

Gejala : Keguguran pada masa bunting, gangguan system reproduksi Pengendalian : Pemberian antibiotik, vaksinasi, kebersihan dijaga

5. Mastitis/radang ambing

Penyebab : Bakteri Staphylococcus sp, Streptococcus sp

Gejala : Nafsu makan dan minum turun; demam, produksi susu merosot; pada yang akut kelenjar susu bengkak dan terasa panas, kadang air susu menggumpal, kadang encer, berwarna merah, hijau atau kuning

Pengendalian : Kebersihan harus dijaga, ambing harus dicuci sebelum diperah, petugas perah cuci tangan sebelum memerah, diberikan antibiotic intramamae. Alternatif diberikan rebusan daun sambiloto

6. Milk Fever/Demam Sapi Ambruk

Penyebab : Kekurangan nutrisi terutama mineral Ca, umumnya gangguan ini menyerang pada induk yang bunting tua/setelah melahirkanGejala : Gelisah, nafsu makan dan minum turun, gemetar/tremor, kepala mengarah ke belakang, berbaring, kadang langsung ambruk.

Penanganan : Pemberian kalsium, pada masa bunting dan pasca melahirkan Perlu tambahan pakan yang cukup nutrisinya.

Cara Memelihara Sapi Agar Sehat | Admin | 4.5
Leave a Reply