Cara Beternak Burung Gereja yang Bagus

Cara Beternak Burung Gereja yang Bagus – Alhamdulillah sahabat pecinta burung kicau dimanapun berada pada kesempatan kali ini saya admin hewanternakk.com kembali akan memberikan update artikel terbaru dengan Judul Cara Beternak Burung Gereja yang Bagus. mengingat Harga burung gereja yg sudah gacor begitu lumayan, burung yang jinak merupah faktor pendukung yg positif dalam fungsi secara umum sebagai master isian bagi burung yang belum memiliki materi suara burung gereja.

Mungkin sebagian kita pernah menjumpai burung tersebut berseliweran di dalam masjid yang memiliki ukuran bagunan yang cukup Megah dan Ukuran Burung gereja ini tergolong kecil, untuk kali ini aku coba share mengenai seluk beluk mengenai budidaya burung gereja yang aku dapat dari hasil selancar di internet, untuk itu monggo di simak.

Cara Beternak Burung Gereja yang Bagus

Cara Beternak Burung Gereja yang Bagus

 

Burung gereja begitu mudah dijumpai, burung ini mendapat nilai jempol untuk peringkat salah satu master terbaik. Di tempat mana pun, burung gereja juga bisa berkembang biak sepanjang tahun. Tidak ada musim kawin bagi mereka. Sarangnya berbentuk kubah, tidak rapi, terbuta dari jalinan rumpur kering, dilapisi bulu di bagian dalam.

Bentuk burung jantan dan betina hampir sama, sedangkan anak burung gereja, walaupun masih di dalam sarang, juga amat serupa dengan ibu bapanya. Bagaimanapun, warnanya lebih pucat, dan corak muka anak burung tidak begitu ketara. Warna bagian dada dan perutnya lebih berwarna kecoklatan.

Seputar Kebiasaan Burung Gereja yang suka bersarang ditempat-tempat yang tersembunyi seperti di dalam plafon rumah yang jarang dihuni, menempati lubang pipa telkom, menempati ruang sempit tiang listrik atau tiang telpon, hal ini menginspirasikan banyak orang untuk mencoba menangkar Burung Gereja Liar dengan menyediakan banyak glodok atau pipa yang dilubangi ditembok rumah bagian atas dan berharap burung segera bersarang.

Suara Burung Gereja lebih monoton namun pada saat bertarung akan melantunkan suara yang baik untuk menjadi isian bagi burung lomba karena disuarakan dengan jelas, enak di dengar dan dibawakan dengan nada yang panjang.

Usaha kita untuk breeding burung gereja kemungkinan bisa berhasil bila kita memiliki tempat yang nyaman bagi burung, kita cukup ramah pada burung dan kita tidak mengganggu / mengusiknya, selain itu glodok yang kita sediakan jangan pernah di datangi atau disentuh walau hanya untuk mengecek. Pemantauan glodok cukup dilakukan dari jarak jauh, bila burung telah mulai membuat sarang, itu pertanda baik meskipun belum tentu berhasil.

Intinya, lokasi peternakan burung gereja harus sepi atau jauh dari keramaian dan lalu lalang orang, karena burung ini termasuk jinak-jinak merpati, burung ini tampak jinak tapi bila didekati pasti akan terbang.

Mengenai Habitat Burung gereja yaitu Wilayah penyebaran burung gereja ini sangat luas, mulai dari kawasan Eurasia (perbatasan Eropa – Asia), Asia Selatan (India, Srilanka, Bangladesh), China, Asia Tenggara (Semenanjung Malaysia, Filipina, Indonesia), hingga Australia dan kawasan Pasifik.

Di Indonesia, burung gereja dijumpai di hampir semua lokasi, mulai dari Sumatera, Kalimantan, Jawa, Bali, Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Mereka lebih menyukai tinggal di kawasan lahan basah, daerah pesisir, areal perkebunan, tegalan, hingga daerah suburban dan urban. Mereka bisa hidup di daerah dengan ketinggian maksimal 1.500 meter dari permukaan laut.

Untuk masalah Ukuran Kandang bisa kita buat berbentuk kubus dgn ukuran 15x15x15cm, dan pintunya bisa kotak atau bulat dgn ukuran 5x5cm. Burung gereja dialam liar tidak terlalu rewel urusan tempat bersarang. Intinya lokasi penangkaran burung gereja dijamin aman bagi burung (tidak ada gangguan terutama predator sang pemangsa), maka burung diharapkan akan bersarang.

Meskipun burung gereja adalah jenis burung pemakan biji-bijian, pada kenyataannya untuk meningkatkan brahi burung anda juga harus menyediakan UH bagi burung ini ditempat yang aman dari gangguan semut. dengan demikian burung akan lebih cepat berkembang biak karena kondisi tubuh yang telah mencapai brahi normal.

Walaupun tak segampang dan semudah yang dituliskan dalam teori, namun bukan tidak mungkin hal ini kita lakukan, buktinya orang-orang bule mampu menyediakan sarang burung ini di taman-taman kota dan taman rumah mereka, yang penting keberadaan burung ini jangan pernah di usik

Bentuk burung gereja jantan dan betina hampir sama, sedangkan anak burung gereja, walaupun masih di dalam sarang, juga amat serupa dengan ibu bapanya. Bagaimanapun, warnanya lebih pucat, dan corak muka anak burung tidak begitu ketara. Warna bagian dada dan perutnya lebih berwarna kecoklatan.

Mengenai Makanan, Burung ini mencari makanan di tanah, mulai dari biji-bijian (terutama padi di sawah), buah kecil, dan serangga.

Demikianlah artikel tentang Cara Beternak Burung Gereja yang Bagus, semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk kita semua amin 3x, sekian dan sampai jumpa lagi pada update artikel terbaru lainnya hanya bersama dengan kami di hewanternak.com

Cara Beternak Burung Gereja yang Bagus | Admin | 4.5
Leave a Reply